langit ranum, empuk dan sahaja adalah waktu terbaik mengingatmu di atas peron di balik bilik-bilik manusia marayakan nasib kita bercakap tanpa desah dan suara apalagi abjad sambil memandangi ketabahan rel kita menanti kereta sama-sama mencintai bunyinya kita menunggangi kereta menyimak suara robot atau manusia keringat kereta menetes di tiap-tiap peron katamu, orang-orang di seberang sana, berteriak mengejar kereta tapi tak ada yang berterima tanpa rel kita tak akan bisa menumpang. *** Rangkasbitung, 14 April 2018
