kita ini derita-derita, meramaikan tiap-tiap, membasuh sayap-sayap kita ini pohon-pohon, rimbunnya menembus kilang-kilang, separuhku adalahmu kita ini bangunan-bangunan yang membangun bangunannya sendiri, menjajal pondasi-pondasi kesahmu sebanyak pada kisahku;
keinginanku sederhana: duduk, berdiri, berjalan dan berlari
tapi, aku baru bisa mengangkat kepalaku
kerdilnya aku, mensiasati kepatahan dengan suapan duri
kita ini pagar-pagar, menjaga padi memerah, meletupkan keabadian
kita ini tanaman-tanaman, mengaharuskan air memenuhinya
kita ini suaka-suaka, luka-luka, saling sembuh-sembuh
kesahmu sebanyak pada kisahku;
aku butuh air—meretaskan samudra aku butuh teguk aku butuh air. *** Rangkasbitung, 12 Desember 2017
